Qnet Penipu : Kasus Trenggalek

Pada hari minggu yang lalu tanggal 19 okt '08 atas ajakan seorang teman, saya berangkat ke kabupaten Trenggalek untuk mengikuti sebuah pelatihan/seminar yang diadakan oleh Quest Net.Perusahaan ini berpusat di hongkong dan telah berdiri sejak 10tahun yang lalu dengan konsentrasi penjualan alat kesehatan,perhiasan emas,paket liburan,dan obat-obatan. Dalam menjalankan bisnisnya mereka menggunakan sistem network marketing atau yang biasa kita kenal dengan sebutan MLM.Hanya saja mereka malas mengakui dan terkesan ngotot bahwa questnet bukanlah MLM.

Seperti kita ketahui MLM menggunakan penjualan langsung melalui orang (Konsumen) yang direkrut, dan kemudian orang tsb mencari konsumen lain dengan jumlah tertentu untuk mendapatkan komisi tertentu pula. Hanya saja yang seringkali terjadi konsumen akhir tidak mampu mencari calon konsumen sehingga konsumen tsb harus rela hanya mendapatkan barang yang dibeli dgn harga yg sangat mahal dan impian mendapatkan komisi besar hanya tinggal kenangan.

Memang para petinggi quest net di Trenggalek sempat menjanjikan uang kembali jika tidak mampu mencari konsumen SEORANGPUN plus tambahan uang 10juta dengan syarat selama 1tahun (kurang lebih 52 minggu/52pertemuan) tersebut mereka HARUS aktif mendatangi PERTEMUAN di TRENGGALEK dengan membawa sedikitnya 1 orang yang akan diprospek. disini saya mencoba untuk menganalisis beberapa kejanggalan dan ketidakadilan yang saya temukan, antara lain:

1.didalam pertemuan disyaratkan dam disebutkan bahwa seorang anggota baru diperintahkan untuk mencari 2 orang calon konsumen yang membeli barang dari Quest net hongkong yang berharga 7 jt keatas untuk mendapatkan TCO(Track Center Ownership/Hak Usaha pada MLM lain),dan dibawah dua orang tersebut harus ditambah lagi dengan 2orang anggota lain,sehingga jika ditotal maka diperlukan 6 orang anggota (3 kiri dan 3 kanan) untuk mendapatkan komisi bagi anggota baru tersebut dan demikian seterusnya. pada istilah yang digunakan beberapa MLM disebut sebagai seimbang kiri dan kanan. mereka berulangkali menyatakan bahwa anggota baru HANYA HARUS MENDAPATKAN 2 ORANG SAJA, seolah-olah untuk mendapatkan 2 orang yang masing-masing diharuskan membeli peralatan seharga 7jt keatas adalah hal mudah. Jika dirunut dan mereka mau jujur, seharusnya mereka mengatakan kapan saat BEP dan berapa orang yang harus dicari supaya modal yang pertamakali dikeluarkan kembali.

Faktanya, jika dihitung setidak-tidaknya anggota baru harus mengajak 18 orang yang masing-masing mau mengeluarkan duit sebesar 7jt lebih untuk sebuah barang yang mungkin saja biaya produksinya tidak mencapai 3 juta!!! jika dihitung lebih dalam lagi, seorang anggota baru harus mampu mencari konsumen dan mengumpulkan uang dari konsumen tersebut sebesar :18 orang × 7jt=126.000.000!!!pertanyaan yang seringkali bergaung dalam dada saya hanya "mudahkan bagi saya untuk mengumpulkan uang sebesar itu dari orang-orang kaya dan terdidik? dan bukankah lebih mudah bagi saya untuk menjual peralatan itu kepada orang-orang miskin dan berpendidikan rendah..."

2.pada proses rekruitmen cara mendapatkan prospek sangat disarankan dengan MEMBOHONGI mereka dengan alasan untuk diajak ke pengajianlah, pesiarlah atau entah berbagai macam kebohongan yang lain. mereka beralasan hal ini sah dilakukan karena mereka mengajak kepada kebaikan (baca: menjadi kaya raya)dan karena jika calon konsumen mengetahui core bisnisnya maka dipastikan prospeknya kabur sebelum diiming-Imingi komisi besar. bagi saya ini adalah absurd, tidak masuk akal, dan naif. kebohongan didalam bisnis, pelayanan jasa atau perdagangan bagi saya tidak ada yang baik. karena ini berarti menyembunyikan cacat entah pada produknya, jasanya, atau kesepakatannya. padahal seperti banyak masyarakat ketahui tidak semua orang mampu berbisnis dalam network marketing dengan baik dan cocok, karena membutuhkan skill yang sangat komunikatif dan ulet. dan ini semakin bermasalah jika orang-orang baru tersebut bergabung tanpa menyadari kemampuannya, karena selama proses rekruitmen yang dijanjikan kesuksesan saja dan menutupi kejelekannya.diperparah lagi pada beberapa MLM uang pendaftaran yang sedemikian besar itu tidak dapat dikembalikan lagi!!!

3. Seperti penjelasan diatas, garansi uang kembali berlaku jika anggota TIDAK MAMPU MENDAPATKAN ANGGOTA BARU DALAM WAKTU 1TAHUN DAN SELALU AKTIF MENGHADIRI PERTEMUAN SETIAP MINGGU DENGAN MEMBAWA MINIMAL 1ORANG CALON ANGGOTA. Permasalahannya, jika anggota ini dalam waktu 1 tahun hanya mendapatkan 1 orang anggota dibawahnya maka apakah uang yang telah dikeluarkannya dapat ditarik kembali?tanpa syarat dan embel-embel, tentunya!

4. Ketidakadilan lain yaitu pada segi harga yang menjulang ke langit. untuk sebuah koin emas yang saya taksir memiliki berat tidak lebih dari 20 gram dihargai 850US$ (sekitar 8.500.000), padahal harga emas yang berlaku saat ini berada dikisaran 300ribuan rupiah per gram. jadi jika dikalikan
20gr X 300rb=6 jt rupiah. Selisih yang sangat besar bukan?. setahu saya bukankah dalam islam mengambil keuntungan yang berlebihan adalah perbuatan yang dilarang? Memang dalam perdagangan ada barang-barang tertentu yang diperjualbelikan dengan harga yang sangat mahal, seperti mobil, handphone, dan berbagai barang sekunder&tersier lainnya. namun ini lebih dikarenakan sedikitnya penggunaan konsumen atas barang tersebut dan cepatnya penurunan harga dipasaran karena persaingan serta inovasi yang terjadi setiap saat. Lain halnya dengan emas, barang ini memiliki harga yang stabil dan kecenderungannya selalu naik karena emas adalah salah satu alat tukar yang tidak pernah tergerus oleh inflasi, sehingga mengambil keuntungan yang berlebihan sangat tidak wajar dan memberatkan pembeli.

5. presentasi yang dihadirkan sangat provokatif dan tidak edukatif. bagaimana bisa sebuah presentasi yang mengajak orang untuk menjadi kaya dihiasi dengan umpatan-umpatan seperti Guoooblok, Tolol, cuoongok (jawa: baca goblok) untuk orang yang tidak ingin bergabung. Ini adalah penghinaan!!! Penghinaan atas intelektualitas seseorang yang memiliki sudut pandang berbeda. tidak akan mungkin seseorang yang memiliki niatan ikhlas ingin memajukan bangsa ini dan memperkaya orang-orang yang berada didalam garis kemiskinan menghinakan orang yang tidak ingin bergabungdengan program Quest Net!!!Sungguh sangat kasar dan absurd. ataukah mereka takut karena orang-orang kritis ini memiliki persepsi berbeda dan bisa mengungkapkan kejelekannya pada masyarakat?sehingga selagi sempat dan masih berjumpa mereka mengumpat orang-orang yang tidak setuju dengannya?

6. untuk membeli peralatan seharga 7 juta lebih, mereka menyarankan UGD, Utang Gaden Dol (Hutang, Digadaikan, Dijual). berhutang kepada orang yang memiliki uang 7 juta, menggadaikan barang berharga yang mereka/konsumen miliki, dan atau menjual sesuatu yang berharga(beberapakali mereka menyebutkan dan menyarankan untuk menjual rumah tempat tinggalnya!!!)bagi saya ini solusi yang tidak masuk di akal. bagaimana bisa seseorang menyarankan untuk menjual rumah, menggadaikan perhiasan/BPKB, hewan ternak, padahal calon-calon konsumen mereka BANYAK YANG BERADA DIDALAM GARIS KEMISKINAN DAN KEBODOHAN (kebanyakan calon konsumen adalah pekerja kasar, petani dan pengangguran)??? padahal itu adalah harta peninggalan satu-satunya... harta yang dicari dengan tetesan keringat, dengan tetesan air mata, dengan tetesan darah....dan bahkan dengan harga diri mereka??? Bukankah ada solusi lebih baik daripada UGD?bagaimana jika para petinggi Quest Net meminjami orang-orang miskin itu dengan harta mereka yang berlimpah ruah? Bukankah jika orang-orang miskin saudara kita itu tidak mampu mencari downline, uangnya tidak akan berkurang sedikitpun? karena Quest Net menjamin uang kembali jika tidak sukses? sehingga uang yang dipinjamkannya tentu saja kembali...
Alangkah indahnya jika pengangguran berkurang dan orang miskin papa membaik perekonomiannya....
Alangkah indahnya jika para motivator di Quest Net yang memiliki puluhan mobil, rumah megah bak istana dengan landasan helikopter diatap, dan kedudukan tinggi dimasyarakan mau mendermakan/ meminjamkan sedikit penghasilannya yang diperoleh dengan mudah kepada saudaranya yang hidup penuh dengan tangis, duka dan luka karena ketidakpedulian pemerintah di indonesia...
bukankah solusi ini ;ebih masuk akal???

7. Selaaluuuu disebutkan Cashflow Quadran yang diperkenalkan oleh Robert Kiyosaki... Saya menyukai Robert dan tidak ada alasan untuk membencinya. yang kurang saya setujui, oleh kalangan MLM-ers opini Robert selalu digunakan sebagai senjata pamungkas dalam menunjukkan bahwa upaya mencapai kematangan finansial solusi satu-satunya adalah MLM itu sendiri. Dalam kasus ini para penceramah itu selalu mengatakan bahwa solusi satu-satunya untuk kaya hanya melalui Quest Net??? wahai saudarakau sekalian yang tercinta,kenapa kita selalu mengungkung dalam pola fikir kita? janganlah anda berhati kecil dengan mengatakan jalan satu-satunya menjadi kaya hanya melalui Quest Net, hanya melalui MLM. Allah menciptakan manusia dengan otaknya yang menakjubkan, diselipkanNya keberanian dan ketakutan, diberikannya kejujuran dan kebohongan, dianugerahinya dengan kepintaran, kecerdasan yang disisipi dengan sedikit kebodohan dan kecerobohan. itulah yang membuat kita sempurna dan harus selalu belajar. jangan anda melihat Robert hanya dari sisi persetujuannya terhadap network marketing, kagumilah dia karena dia mengajarkan pada kita bahwa TIDAK ADA SEORANGPUN, DARI PROFESI APAPUN, YANG AMAN PADA SISI KESEHATAN KEUANGANNYA KECUALI MEREKA MELENGKAPI STRUKTUR FINANSIALNYA DARI BERBAGAI BIDANG USAHA YANG BERBEDA-BEDA. Hal mendasar inilah yang saya tangkap dari buku Robert, hal inilah yang membuka mata hati saya untuk selalu bekerja berdasarkan impian-impian yang saya bangun dan cita-citakan. hal inilah yang membuat saya mengagumi Robert, walau tetap saja ada kekurangan kecil pada diri Robert. Dan tentu saja jika anda membaca dengan jeli, bisnis utama Robert bergerak pada industri properti.

Alasan saya menulis ini bukanlah untuk menghujat sistem yang telah berdiri 10 tahun lalu, melainkan sebagai sebuah sarana pembelajaran bagi kita semua untuk mampu menciptakan sistem yang lebih peduli kepada mereka yang kurang berkecukupan. jikalau memang saya telah mencederai orang-orang didalam Quest Net, percayalah itu bukan maksud saya sebenarnya. Saya tidak memungkiri dan menafikkan akan adanya kemungkinan keberhasilan didalam Network Marketing, Multi Level Marketing, Direct Selling dan sebagainya asalkan saja tidak menyertakan kebohongan publik, penutupan atas fakta yang akan dan telah terjadi, serta keadilan dalam perniagaan yang dilandasi atas niatan baik karena ingin menolong sesama manusia. semoga Allah membukakan hati kita semua...amien

sumber

Qnet : Menggapai dolar di bumi Trenggalek

SAY NO TO QNET : Menggapai dolar di bumi Trenggalek

Pernahkah anda diajak oleh teman, kerabat atau tetangga untuk ikut ke daerah pedalamana di Jawa timur. Tepatnya ke desa Karangan, kabupaten Trenggalek. Anda tidak diberitahu mau apa nanti disana. Anda hanya diberitahu bahwa disana ada suatu proyek yang sangat menguntungkan. Biaya transportasi dan akomodasi semua ditanggung. Anda hanya tinggal ikut. Dan jika anda memutuskan ikut, saya sudah tau apa yang akan anda alami di sana.

Setelah tiba disana, anda akan diantar ke sebuah bangunan megah bak istana. Bangunan yang membuat anda kagum sekaligus heran. Heran karena ditengah-tengah desa terpencil terdapat suatu rumah mewah yang kontras sekali dengan lingkungan sekitar. Bangunan yang mencolok mata.

Rumah mewah di tengah pedalaman Trenggalek
Ya.. ‘Mencolok’.. bukan menyolok. Karena terasa dipaksakan untuk menarik perhatian. Seolah sengaja disorongkan ke depan mata dengan kasar. Rumah mewah tersebut milik Bapak Tri Hartono, salah seorang warga yang menjadi jutawan setelah menekuni ‘proyek’ yang disebutkan teman anda. Mobil mewahnya berbaris dihalaman depan.
Tidak hanya rumah mewah. Disana juga terdapat satu aktivitas yang tidak lumrah ada di tengah desa terpencil. Aktivitas yang membuat ratusan bahkan ribuan orang datang berduyun-duyun dari seluruh pelosok Indonesia. Termasuk juga dari kota besar seperti Jakarta dan Bogor. Bahkan dari Sumatera dan Kalimantan.
Mobil mewah berjejer di halaman depan
Orang-orang yang datang dari luar daerah dan dari tempat yang jauh, akan dipersilahkan istirahat di tempat yang telah disediakan. Disana juga diberikan makanan dan minuman. Semuanya gratis.
Baru keesokan harinya, anda beserta semua tamu akan dikumpulkan di suatu gedung. Semacam gedung pertemuan balai desa. Disana akan dijelaskan tentang tujuan sebenarnya. Tentang pekerjaan yang ditawarkan. Tentang profile perusahaan. Tentang Questnet (QN).

Ya.. nama perusahaan tersebut adalah Questnet Ltd.

Saya yakin anda pernah mendengarnya. Apalagi bagi orang-orang yang akrab dengan internet. Karena sangat banyak berita kontroversi mengenai perusahaan ini. Dari mulai cerita kesuksesan, fenomena QN, sampai pada berita yang negatif. Penipuan, panangkapan anggota QN, dan pelarangan QN di beberapa negara. Jelasnya, silahkan anda searching sendiri melalui Google, Yahoo, atau mesin pencari lainnya.

Bagian luar gedung pertemuan tempat calon member 'diprospek'


Bagian dalam gedung (dari belakang)

Bagian dalam gedung (dari depan). Perhatikan para peserta, sebagian besar adalah orang desa.
Questnet (QN) dikenal juga dengan nama Goldquest. Berkantor pusat di Hongkong. Sejenis Multi Level Marketing (MLM). Namun berbeda dengan MLM lainnya, QN tidak memasarkan produk. Produk dibeli hanya sebagai syarat untuk menjadi member. Setelah itu sudah. Tidak ada kewajiban untuk membeli produk kembali.

Bisnis MLM umumnya mewajibkan anggotanya untuk membeli produk dan kemudian menjualnya lagi untuk mendapatkan poin. Semakin banyak produk yang diperjualbelikan, semakin tinggi poin didapatkan. Poin digunakan untuk mendapatkan komisi dan kenaikan level.

Hal ini tidak terjadi dalam QN. Pada QN, setelah membeli produk, seseorang akan mendapatkan TCO (Tracking Center Owner) berikut nomor id member. Nah.. Agar mendapatkan komisi (dalam dolar US), orang tersebut wajib mengajak orang lain untuk membeli produk dan bergabung dengan QN.

Untuk satu orang yang berhasil diajak bergabung dihargai $ 41.6. Tapi tidak sesederhana itu. Ada mekanisme khusus dalam prosedur perhitungan dan perekrutan anggota baru. Seorang member wajib mencari dua orang anggota baru yang ditempatkan di kanan dan kiri. Dua orang anggota baru tesebut juga diwajibkan merekrut angota baru lainnya. Kedua sisi kiri dan kanan harus seimbang dengan kelipatan minimal 3 orang. Jadi komisi diberikan jika disebelah kiri terdapat 3 orang dan di kanan juga terdapat 3 orang. Total 6 orang.

Secara sederhana, seorang member (katakanlah A) memperoleh dua orang anggota baru yang akan menjadi downline-nya (katakan B dan C) yang akan ditempatkan di kiri dan kanan. A baru akan mendapat komisi jika B dan C telah berhasil merekrut dua orang lagi. Sehingga disebelah kiri terdapat 3 orang (B berikut dua orang rekrutannya) dan sebelah kanan 3 orang (C berikut dua orang rekrutannya). Total 6 orang. Karena satu orang dihargai $ 41.6, maka komisi yang didapat A adalah $ 250 (6 x $ 41.6).

Jadi tugas dari member QN hanyalah mencari anggota baru sebanyak mungkin dan bukan menjual produk. Dan karena hal ini, QN sebenarnya kurang tepat jika disebut sebagai MLM. Sebetulnya sistem QN mirip dengan bisnis dengan skema piramid yang dilarang di beberapa negara.

Beberapa promotor Skema Piramida berusaha membuat skema yang kelihatan mirip dengan metode penjualan berjenjang (MLM). Penjualan berjenjang adalah suatu sistem bisnis yang legal dan menggunakan jaringan mitra usaha mandiri untuk menjual produk-produk langsung kepada konsumen.

Agar kelihatan seperti perusahaan penjualan berjenjang, Skema Piramida menyediakan serangkaian produk yang dinyatakan sebagai produk jualan untuk dipasarkan langsung kepada konsumen.

Namun demikian, pada kenyataannya hampir tidak ada usaha sama sekali untuk memasarkan produk-produk tersebut pada konsumen. Sebaliknya, penghasilan diciptakan berdasarkan perekrutan anggota-anggota baru. Juga para mitra usaha baru dipaksa untuk membeli sebanyak mungkin produk yang bernilai besar pada saat mengisi formulir peserta.

Piramida yang paling tersamar tidak terlalu mudah dibongkar kedoknya. Skema Piramida sering memilih produk-produk yang biaya produksinya murah namun tidak memiliki nilai di pasaran, seperti produk-produk ajaib hasil penemuan baru, pengobatan eksotik dan sebagainya. Dengan demikian sulit dijelaskan apakah produk-produk seperti itu benar-benar memiliki pangsa pasar.

Dalam usahanya merekrut anggota baru, para anggota QN memiliki metode tersendiri. Karena tidak semua orang paham internet dan hal yang berhubungan dengan bank, maka dibentuk team yang mengurus pendaftaran member. Diantaranya Palapa (Madiun), Kalingga (Purwodadi), dan yang di Trenggalek ini bernama Amoeba team. Visinya adalah semua anggota akan mendapat keuntungan dan berhasil bersama. Untuk pendaftaran melalui team, uang yang harus dibayarkan lebih besar dari uang resmi pendaftaran. Selisihnya dikembalikan ke panitia (Sub) yang memberangkatkan calon member ke lokasi seminar (biaya operasional). Sayangnya, untuk biaya operasional tidak pernah diberitahukan di muka.

Amoeba team memiliki semacam salam khusus. “ORA UMUM”. Kata ini merupakan bahasa jawa yang berarti ‘tidak umum/normal’. Jadi jangan kaget nanti setibanya disana, anda mendengar banyak orang yang berteriak ‘ORA UMUM.. ORA UMUMM!!’. Mereka bukan orang gila atau stress. Tapi ini adalah salam sekaligus pembangkit semangat para anggota team.

Spanduk dan umbul-umbul untuk memeriahkan suasana
Amoeba Team; "Ora Umum.."
Tim ini yang nantinya mempunyai tugas dan tanggungjawab terhadap perekrutan anggota baru. Tim ini juga nanti yang akan mengadakan seminar dan mendatangkan para pembicara anggota QN yang telah sukses untuk menjelaskan tentang keuntungan bergabung dengan QN. Yang hanya dalam hitungan bulan telah berhasil menghasilkan uang ratusan dolar. Yang memberikan kesaksian betapa mudahnya bergabung dengan QN. Usaha yang tidak sulit, cepat mendapat keuntungan, komisi dalam dolar US, dan seribu alasan lainnya mengapa anda harus bergabung dengan QN bila ingin menjadi orang sukses.

Disampaikan juga para anggota yang sukses tidak harus berpendidikan tinggi. Dari mulai tukang bakso, tukang loper koran, petani, calo, sampai preman. Semuanya bisa berhasil. Bahkan disebutkan bahwa orang yang pertama menerima komisi di daerah jawa tengah adalah seorang bisu. Dan jika seorang bisu saja bisa menjalankan bisnis ini dan berhasil, apalagi dengan anda. Pasti akan lebih berhasil.

Seperti seminar MLM pada umumnya. Semua ceita dan penjelasan mengerucut pada usaha untuk membujuk agar orang mau bergabung dengan bisnis terkait. Emosi dan perasaan akan diolah dan dimainkan melalui penampilan para pembicara ulung. Tidak kalah dengan motivator kondang Mario Teguh, semangat para peserta akan dibakar hingga berkobar-kobar. Motivasi akan diangkat sedemikian tinggi. Hingga peserta merasa mampu untuk melakukan apa saja. Mampu mengatasi segala kesulitan. Mampu untuk meraih sukses sebagaimana yang telah dicapai oleh para senior mereka. Bergabung dengan QN, dan kesuksesan pun pasti di capai. Tidak ada yang tidak mungkin. Kalau mereka bisa maka anda juga pasti bisa. Begitulah kira-kira dogma yang selalu ditancapkan di kepala para calon member.

Dan jika telah mencapai kondisi ini, maka peserta-pun berduyun-duyun bergabung dengan QN. Meski harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Meski harus menjual barang berharga. Meski harus menggadaikan BPKB dan surat tanah. Bahkan meskipun harus berhutang, mereka rela. Karena mereka yakin, setelah bergabung dengan QN. Uang yang mereka pakai untuk mendaftar pasti akan lekas kembali. Bahkan berikut keuntungan ratusan dolar amerika. Rumah bak istana, mobil mewah, pasti akan segera mereka miliki.

Dan sepertinya metode yang dijalankan Amoeba team Trenggalek ini berhasil. Apalagi jika sang calon baru pertama kali datang ke acara–acara seminar sejenis. Baru pertama kali mengenal usaha MLM. Saya melihat, setelah para calon anggota selesai mengikuti seminar (diprospek), mereka tampak sangat antusias untuk bergabung. Ditambah bujukan dan rayuan dari para rekan mereka yang telah bergabung lebih dulu. Mereka merasa optimis. Semangat. Seolah baru dilahirkan kembali menjadi orang lain. Bahkan ada juga yang katanya sampai tidak bisa tidur. Betul-betul metode perekrutan yang sangat terorganisir dan efektif.

Untuk bergabung dengan QN calon member wajib membeli satu macam produk. Produk yang ditawarkan meliputi Biodisc (di klaim memiliki fungsi kesehatan yang dapat memberikan energi positif), perhiasan, paket liburan, dan koin emas bergambar tokoh dunia. Minimal uang yang dibutuhkan untuk menjadi member QN sekitar 6,5 sampai 7 juta rupiah. Besar bukan??

Tentunya uang sebesar itu sangat menyulitkan terutama bagi orang-orang desa yang justru merupakan mayoritas ‘tamu’ yang datang ke Trenggalek. Oleh karena itu dalam presentasinya para pembicara tidak sungkan-sungkan untuk menyarankan pada peserta untuk nekat. “Ingin sukses harus nekat..”, katanya.
Dan jargon yang kerap didengung-dengungkan adalah UGD. Utang, Gadai, Doll (jual). Dan jargon ini selalu diteriak-teriakkan pada peserta.

Para peserta disarankan untuk mengutang, menggadaikan surat berharga, dan menjual apapun yang dimiliki untuk mendapatkan uang guna keperluan mendaftar. Bahkan salah satu pembicara menyarankan untuk menjual sapi agar dapat bergabung dengan QN.

Ck..ck.. Ketika mendengarnya saya sangat miris. Bagaimana mungkin mereka bisa tega menyarankan hal itu. Padahal mereka tau para peserta seminar adalah orang-orang desa. Para petani. Bukankah itu sama saja dengan menjual mata pencaharian mereka.

Belum lagi metode perekrutan yang digunakan menghalalkan modus penipuan. Tidak sedikit para calon anggota baru dibohongi agar bersedia ikut datang ke Trenggalek. Yang lebih parah, hal ini (berbohong) memang dianjurkan oleh para senior. Tadinya saya pikir berbohong hanyalah bentuk kreativitas para anggota untuk membujuk para calon anggota.

Para pembicara tim Amoeba memberikan beberapa kiat agar berhasil dalam merekrut anggota baru. Beberapa diantaranya adalah jangan pernah memberitahukan tentang QN kepada para calon anggota. Ajak mereka ke acara seminar dengan segala cara. Termasuk dengan mengatakan bahwa disana ada hal-hal yang menyenangkan. Jika calon anggota menyukai musik dangdut, katakan pada mereka bahwa di Trenggalek ada konser dangdut besar-besaran. Meskipun sesungguhnya tidak ada. Jadi gunakan segala cara agar mereka mau bersedia datang. Masalah cara, terserah. Berbohong-pun silahkan. Sehingga jangan heran bila ada orang-orang yang bersedia ikut ke Trenggalek meski tidak mengetahui tujuan keberangkatannya.

Saya berpikir kasihan sekali mereka yang datang dari tempat jauh. Dari luar daerah. Dari Jakarta. Dari sumatera, Kalimantan, Jember. Mereka datang dengan sejuta harapan karena iming-iming proyek besar menguntungkan. Tapi.. ternyata mereka hanya tidak lebih calon anggota yang akan diprospek untuk menjadi downline belaka.

Ya. Semua hal diatas saya alami sendiri. Betul!! Semuanya saya dengar dan lihat dengan mata kepala saya sendiri. Foto-foto di sini juga saya ambil sendiri dengan kamera digital yang kebetulan saya bawa. Bahkan saya memiliki video ketika salah seorang pembicara menyarankan untuk menjual sapi untuk mendapat uang guna pendaftaran.

“UGD.. !! Utang Gadai Doll..!! Utang Gadai Doll!! Utang Gadai Doll!!..” teriak sang pembicara dengan penuh semangat.

Saya sebetulnya percaya kalau bisnis semacam ini, termasuk juga MLM, dapat menghasilkan keuntungan. Saya juga percaya banyak orang yang telah sukses melalui bisnis ini. Namun saya kurang menyukai bisnis seperti ini. Semua lebih karena prinsip.

Dalam setiap seminarnya, mereka selalu menunjukkan para anggota yang telah sukses. Lengkap dengan bukti cek pembayaran dan uang jutaan sebagi bukti nyata. Tapi tidak pernah disampaikan berapa persen orang yang berhasil dari sekian banyak orang yang telah mendaftar. Saya yakin. Mereka yang berhasil sangat sedikit dibanding yang tidak berhasil. Karena keberhasilan satu dua orang, harus mengorbankan banyak anggota yang lain. Jadi seolah senang diatas penderitaan orang lain. Itu yang membuat saya tidak tertarik.

Dan menurut saya. Keberhasilan usaha ini tidak seperti yang digembor-gemborkan selama ini. Coba pikirkan. Untuk mendapatkan keuntungan minimal saja ($ 250), seorang anggota wajib mempunyai 6 anggota baru. Jadi 1 banding 6. Dan jika 100 orang, harus terkumpul 600 orang anggota baru. Jika 1000, dperlukan 6000 anggota baru. Coba lihat. Perlu 6000 anggota baru. Itu hanya untuk mendapat komisi minimal saja. Saya yakin dari 6000 anggota baru, hanya 10 orang yang sukses dan menikmati komisi sampai ratusan juta. Hanya 10 orang dari 6000 orang. Hanya 0.167 %. Kecil sekali. Dan untuk merekrut dan membujuk orang ternyata tidak semudah kelihatannya, malah cenderung sulit.

Selain itu saya tidak suka dengan cara kerja sistem seperti ini. Menurut saya (dan agama saya), usaha yang baik adalah usaha yang melibatkan pembangunan fisik dan bermanfaat bagi rakyat banyak. Misalnya UKM, dagang, menjahit, dan sebaginya. Tidak hanya menguntungkan secara ekonomi bagi pengusaha, tapi produknya juga memberi manfaat pada konsumen dan orang banyak. Jelas disana ada perputaran uang. Sedangkan dalam sistem QN, uang hanya mengalir keatas. Keuntungan diperoleh dari uang pendaftaran para anggota baru. Bisnis ini tidak memberi manfaat bagi orang banyak kecuali bagi para anggota, itupun anggota yang sukses.

Note: Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman dan pendapat pribadi. Semua yang saya tulis adalah murni pendapat saya. Silahkan untuk setuju atau tidak setuju. Silahkan juga untuk memberi komentar dengan etika sopan santun yang baik. Mohon jangan gunakan kata-kata kotor dan tidak pantas. Terima kasih.

sumber

Pelaku Penipuan Berkedok Bisnis Online Belum Ditangkap

Pelaku Penipuan Berkedok Bisnis Online Belum Ditangkap

Ciamis: Korban penipuan bisnis online berkedok multi level marketing (MLM), Q-Net, terus bertambah dari berbagai kota. Meski demikian, polisi Ciamis, Jawa Barat, belum menangkap pimpinan bisnis tersebut.

Sedikitnya 270 korban melapor ke posko pengaduan sebagai korban penipuan Q-Net. Mereka berdatangan dari Banjar, Tasikmalaya, Cianjur, Purwakarta. Ada pula yang berasal dari Jawa Tengah, seperti Cilacap dan Banyumas.

Mereka berharap agar uang di bisnis tersebut dikembalikan. Mereka juga mendesak polisi menangkap Rasnoto dan Lamiyati yang dianggap sebagai pemilik sekaligus biang kerok penipuan itu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Shohet, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah korban dan saksi.

Puluhan Orang Tertipu MLM QNet

Puluhan Orang Tertipu MLM QNet di Cilacap

Cilacap: Puluhan orang menyerbu kantor Q-Net, perusahaan multi level marketing di Ciamis, Jawa Barat, Ahad (19/2). Massa marah karena merasa tertipu Q-Net. Setelah menjadi nasabah dan berhasil merekrut anggota baru, mereka tetap tak mendapatkan insentif seperti yang dijanjikan.

Dalam aksinya, massa langsung mencari Rasnoto yang merupakan koordinator Q-Net wilayah Ciamis. Kepolisian akhirnya memfasilitasi dialog antara warga dengan Q-Net. Namun lagi-lagi warga emosi karena Rasnoto menantang nasabah untuk membuktikan dirinya melakukan penipuan.

Nasabah ini datang dari Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, maupun Cilacap. Para nasabah merasa tertipu dengan iming-iming Q-Net. Seorang warga mengaku menjadi nasabah setelah membeli produk Q-Net seharga Rp 7 juta. Namun setelah keluar banyak uang, tak ada insentif yang didapatkannya.(JUM)

sumber

Fakta Qnet Penipuan

Fakta Qnet Penipuan

1. pimpinan (direktur) qnet dah lama ditangkap interpol (vijay dan bispark)
2. Prodak biodisc (Rp.7 jt) tak terbukti khasiatnya, kalo terbukti kenapa orang yg gagal pd marah, buka aja klinik pengobatan, kaka saya aja modal alkes 1,5jt aja udah berpenghasilan 200rb/perhari dijamin halal dan tidak merugikan orang lain.
3.info terakhir produk biodisc ditawarkan dgn harga 9,75 jt, padahal ada yang jual seharga 1,6 jt saja dijamin sama barangnya dan dibungkus dus hongkong.
4. untuk dapat TCO sebenarnya cukup cuma daftar saja US$ 10 aja bila bisa menjual produk, langsung dapat komisi US$ 47/ bh.
5.katanya punya satelit namanya Pirelli, bukan satelit bang.., Pirelli adalah produk Ban mobil
6.waktu jual coin mas gambar gusdur dan kakenya, digugat sama keluarga gusdur karena tanpa ada ijin beliau
7 surat halal dari NU thn 2005, membahas jual beli emas dengan cara dicicil, bukan membahas sistem kerja
8. ga ada surat ket dari APLI (assosiasi penjualan barang langsung indonesia)
9.rakyat jadi malas menimba ilmu karena ilmu jadi ga penting, perilaku jd mudah marah, sombong, takabur, menghina2 , banyak bohong dsb
10. sistem kerja model piramida, dapet komisi jika bisa mengajak orang untuk beli prodak dan menjadi downline, kalau seandainya dapet downline baru (bisa balik modal) sedangkan total penjual donline besar sekali , nah untuk dowline2 selanjutnya mungkin hanya gigit jari karena yang mau diajak udah tahu duluan (ga mau ikutan), dan selanjutnya produk ga bisa dimanfaatin, sedangkan untuk modal beli produk belum kembali hutang menumpuk , timbulan keputus-asaan, sahabat, kerabat menjauhi,
11. yang duluanlah yang UNTUNG tapi yang belakangan gigit jari, merasa terdholimi, ingat orang yang didholimi DO'a -nya mustajab lho..!

terimakasih atau bahasa hongkongnya khamsiaah..

-----------

jika Qnet memang perusahaan besar, kenapa tidak di plubikasikan kepada masyarakat,,. omset saya 20jt perhari, saya tidak mengikuti Qnet,. tabungan saya sekarang 670T,. saya beli mulut - mulut orang yang sombong,. mobil berroda 4 saja sombong,. kita ini warga INDONESIA jangan seperti itu,. lo kaya di dunia apa di bawa mati,. mobil saja sombong,.

Sumber 1 - Sumber 2

Alasan Untuk Anda Tidak Ikut QNet

QNet sebelumnya dikenal sebagai QuestNet telah dilarang di banyak negara. Negara menganggap itu ilegal dan merupakan bentuk penipuan.

Dalam rangka untuk memotong kerumitan, saya akan membahas di bawah beberapa negara telah dilarang dan alasan di balik penutupan ini. Silahkan memeriksa referensi untuk rincian lebih lanjut.

1. Afghanistan (2008)
2. Rwanda (2009)
3. Iran (2005)
4. Sri Lanka (2004)
5. USA & Kanada (2008)
6. Suriah (2009)
7. India (2010)

Untuk alasan berikut:

Afganistan

· QuestNet bekerja di negara ini tanpa lisensi hukum dari Departemen Administrasi pemerintah.
· QuestNet kegiatan telah merusak efek pada rakyat dan negara termasuk:
1. kerugian Besar ekonomi negara.
2. Arus mata uang asing di luar negeri.
3. Kerugian ekonomi keluarga bergabung dengan bisnis.
· Umum ekspor / impor lisensi untuk individu JANGAN mengotorisasi kegiatan piramida.

Rwanda

· Pemerintah percaya QuestNet adalah ilegal dan penipuan.
· QuestNet TIDAK mengikuti perusahaan dan undang-undang pajak yang dikenakan oleh negara.
· The National Bank of Rwanda (BNR) percaya Quest yang beroperasi di bawah skema piramida dan bisa terlibat dalam pencucian uang.
· Quest IR perwakilan menyatakan bahwa mereka tidak membutuhkan kantor karena ini merupakan bisnis e-commerce, yang bertentangan dengan Companies Act Rwanda bahwa itu adalah WAJIB untuk mendaftar di kantor Panitera Jenderal. Hanya membutuhkan waktu 7 hari untuk mendaftar bisnis.
· Pajak Penghasilan oleh individu tidak dilaporkan.
· QuestNet penggunaan transaksi komersial ilegal.
· Individu bergabung QuestNet menggoyahkan status dan kesejahteraan keluarga mereka.
· The keluar dari uang tersebut didistribusikan di luar negeri dengan cara yang tidak terkendali dan tanpa pengawasan.
· Pemerintah menuduh QuestNet mengirim $ 500.000 keluar dari negara tanpa pajak.

Iran

· GoldQuest digambarkan sebagai skema piramida dan bentuk penipuan dan penipuan.
· GoldQuest dilarang pada tahun 2005.
· Agen GoldQuest telah ditangkap di Iran di Bandara Internasional Imam Khomeini (IKA) pada tahun 2009.
· GoldQuest telah menyebabkan arus keluar setengah miliar dolar di luar Iran.
· Siapapun yang berpartisipasi pada perusahaan-perusahaan secara hukum bertanggung jawab dan mengganggu perekonomian negara.

Sri Lanka

· Sri Lanka melarang skema piramida dan pemasaran jaringan untuk menemukan GoldQuest dan QuestNet.
Skema Piramida · Dalam Sri Lanka telah menyebabkan arus keluar $ 50 juta.
· Karena banyak investor meminjam untuk berinvestasi, mereka mengakibatkan utang besar.
· The Bank Sentral Sri Lanka memperingatkan kerusakan itu dapat menekan negara untuk keluar uang tanpa pengembalian sesuai dari barang atau jasa dari nilai yang sama.
· Piramida skema menargetkan negara-negara miskin karena mereka lebih tertarik dengan pengembalian yang tinggi yang dijanjikan dan dengan demikian sangat sulit untuk menolak.

USA & Kanada

· Kanada regulator menyatakan GoldQuest yang bersifat klasik skema ponzi dan skema Piramida.
· Emas Quest mengangkat US $ 29 juta dari 2940 investor.
· The Securities and Exchange Commission menuduh kecuranganGold Quest terhadap warga AS dan Kanada.

Suriah

· QuestNet di Suriah mengumpulkan jutaan pound Suriah, shutdown kantor mereka dan menghilang dari negara tanpa peringatan sebelumnya.

India

· The Biro Pusat Investigasi Kejahatan Departemen (CB-CID) telah mengajukan tuduhan terhadap Quest Gold.
· 265.757 IR telah ditipu dari seluruh India.

Beberapa orang akan berpendapat bahwa GoldQuest adalah tidak sama dengan QuestNet dan karena itu saya mengundang Anda untuk memeriksa ini: Bukti untuk "QuestNet" dan "Quest Gold" milik grup perusahaan yang sama ...

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa QNet berubah dari nama sebelumnya yaitu Quest dan domainnya dari http://www.quest.net untuk http://www.qnet.net?

Menurut informasi di atas, mungkin disimpulkan bahwa nama domain telah berubah untuk alasan berikut:
1. Itu dilarang di bawah nama Quest.
2. Calon korban akan mencari QNet tidak Quest di Internet dan direktori pemerintah untuk informasi lebih lanjut dan karenanya tidak akan menemukan mengeluh bawah nama QNet.

Studi Kasus: Pengaruh Skema Piramida tentang Albania [14]

· 2 / 3 dari populasi berpartisipasi dalam skema piramida.
· Negara itu bangkrut.
· Ketika skema runtuh, pemerintah jatuh dan perang saudara dekat mengakibatkan kematian 2.000 orang.

Alasan Skema Piramida tumbuh di Albania:

· Ketidakbiasaan Rakyat dengan pasar keuangan.
· Kekurangan sistem formal keuangan Albania.
· Pengawasan jelas pemerintah dari tanggung jawab penanganan pasar informal.

Kita harus dapat belajar dari kesalahan negara lain untuk tidak terjatuh dalam perangkap yang sama dan mengakibatkan kemalangan serupa.

QNet atau QuestNet telah sangat berpengaruh negara tersbut di atas. Jaringan masih menyebar di Mesir. Pertanyaan yang tersisa: Apakah Anda masih ingin bergabung QNet?

STOP THE MONEY GAME AND PYRAMID OF QNET

STOP THE MONEY GAME AND PYRAMID OF QNET
SAY NO TO QNET (QUESTNET)

Penipuan Qnet | Qnet Penipu

Pernahkah anda diajak oleh teman, kerabat atau tetangga untuk ikut Pretemuan bisnis. Anda tidak diberitahu mau apa nanti disana. Anda hanya diberitahu bahwa disana ada suatu proyek yang sangat menguntungkan. Biaya transportasi dan akomodasi semua ditanggung. Anda hanya tinggal ikut. Dan jika anda memutuskan ikut, saya sudah tau apa yang akan anda alami di sana.

Setelah tiba disana, anda akan diantar ke sebuah bangunan megah, yang di halamannya dihiasi banyak mobil-mobil mewah. Memang terasa dipaksakan untuk menarik perhatian. Seolah sengaja disorongkan ke depan mata dengan kasar. Mobil mewah tersebut milik salah seorang yang menjadi jutawan setelah menekuni ‘proyek’ yang disebutkan teman anda.
Disana juga terdapat satu aktivitas yang tidak lumrah. Aktivitas yang membuat ratusan bahkan ribuan orang datang berduyun-duyun dari seluruh pelosok Indonesia.

Orang-orang yang datang dari luar daerah dan dari tempat yang jauh, akan dipersilahkan istirahat di tempat yang telah disediakan. Disana juga diberikan makanan dan minuman. Semuanya gratis.
Kemudian, anda beserta semua tamu akan dikumpulkan di suatu gedung. Semacam gedung pertemuan balai desa. Disana akan dijelaskan tentang tujuan sebenarnya. Tentang pekerjaan yang ditawarkan. Tentang profile perusahaan. Tentang Questnet (QN).
Ya.. nama perusahaan tersebut adalah Questnet Ltd.

Saya yakin anda pernah mendengarnya. Apalagi bagi orang-orang yang akrab dengan internet. Karena sangat banyak berita kontroversi mengenai perusahaan ini. Dari mulai cerita kesuksesan, fenomena QN, sampai pada berita yang negatif. Penipuan, panangkapan anggota QN, dan pelarangan QN di beberapa negara. Jelasnya, silahkan anda searching sendiri melalui Google, Yahoo, atau mesin pencari lainnya.

Kebanyakan para peserta, sebagian besar adalah orang desa. Questnet (QN) dikenal juga dengan nama Goldquest. Berkantor pusat di Hongkong. Sejenis Multi Level Marketing (MLM). Namun berbeda dengan MLM lainnya, QN tidak memasarkan produk. Produk dibeli hanya sebagai syarat untuk menjadi member. Setelah itu sudah. Tidak ada kewajiban untuk membeli produk kembali.

Bisnis MLM umumnya mewajibkan anggotanya untuk membeli produk dan kemudian menjualnya lagi untuk mendapatkan poin. Semakin banyak produk yang diperjualbelikan, semakin tinggi poin didapatkan. Poin digunakan untuk mendapatkan komisi dan kenaikan level.

Hal ini tidak terjadi dalam QN. Pada QN, setelah membeli produk, seseorang akan mendapatkan TCO (Tracking Center Owner) berikut nomor id member. Nah.. Agar mendapatkan komisi (dalam dolar US), orang tersebut wajib mengajak orang lain untuk membeli produk dan bergabung dengan QN.

Untuk satu orang yang berhasil diajak bergabung dihargai $ 41.6. Tapi tidak sesederhana itu. Ada mekanisme khusus dalam prosedur perhitungan dan perekrutan anggota baru. Seorang member wajib mencari dua orang anggota baru yang ditempatkan di kanan dan kiri. Dua orang anggota baru tesebut juga diwajibkan merekrut angota baru lainnya. Kedua sisi kiri dan kanan harus seimbang dengan kelipatan minimal 3 orang. Jadi komisi diberikan jika disebelah kiri terdapat 3 orang dan di kanan juga terdapat 3 orang. Total 6 orang.

Secara sederhana, seorang member (katakanlah A) memperoleh dua orang anggota baru yang akan menjadi downline-nya (katakan B dan C) yang akan ditempatkan di kiri dan kanan. A baru akan mendapat komisi jika B dan C telah berhasil merekrut dua orang lagi. Sehingga disebelah kiri terdapat 3 orang (B berikut dua orang rekrutannya) dan sebelah kanan 3 orang (C berikut dua orang rekrutannya). Total 6 orang. Karena satu orang dihargai $ 41.6, maka komisi yang didapat A adalah $ 250 (6 x $ 41.6).

Jadi tugas dari member QN hanyalah mencari anggota baru sebanyak mungkin dan bukan menjual produk. Dan karena hal ini, QN sebenarnya kurang tepat jika disebut sebagai MLM. Sebetulnya sistem QN mirip dengan bisnis dengan skema piramid yang dilarang di beberapa negara.

Beberapa promotor Skema Piramida berusaha membuat skema yang kelihatan mirip dengan metode penjualan berjenjang (MLM). Penjualan berjenjang adalah suatu sistem bisnis yang legal dan menggunakan jaringan mitra usaha mandiri untuk menjual produk-produk langsung kepada konsumen.

Agar kelihatan seperti perusahaan penjualan berjenjang, Skema Piramida menyediakan serangkaian produk yang dinyatakan sebagai produk jualan untuk dipasarkan langsung kepada konsumen.

Namun demikian, pada kenyataannya hampir tidak ada usaha sama sekali untuk memasarkan produk-produk tersebut pada konsumen. Sebaliknya, penghasilan diciptakan berdasarkan perekrutan anggota-anggota baru. Juga para mitra usaha baru dipaksa untuk membeli sebanyak mungkin produk yang bernilai besar pada saat mengisi formulir peserta.

Piramida yang paling tersamar tidak terlalu mudah dibongkar kedoknya. Skema Piramida sering memilih produk-produk yang biaya produksinya murah namun tidak memiliki nilai di pasaran, seperti produk-produk ajaib hasil penemuan baru, pengobatan eksotik dan sebagainya. Dengan demikian sulit dijelaskan apakah produk-produk seperti itu benar-benar memiliki pangsa pasar.

Dalam usahanya merekrut anggota baru, para anggota QN memiliki metode tersendiri. Karena tidak semua orang paham internet dan hal yang berhubungan dengan bank, maka dibentuk team yang mengurus pendaftaran member. Diantaranya Ganefo (Semarang), Palapa (Madiun), Kalingga (Purwodadi), Amoeba (Trenggalek).

Visinya adalah semua anggota akan mendapat keuntungan dan berhasil bersama. Untuk pendaftaran melalui team, uang yang harus dibayarkan lebih besar dari uang resmi pendaftaran. Selisihnya dikembalikan ke panitia (Sub) yang memberangkatkan calon member ke lokasi seminar (biaya operasional). Sayangnya, untuk biaya operasional tidak pernah diberitahukan di muka.

QNET memiliki semacam salam khusus. “ORA UMUM”. Kata ini merupakan bahasa jawa yang berarti ‘tidak umum/normal’. Jadi jangan kaget nanti setibanya disana, anda mendengar banyak orang yang berteriak ‘ORA UMUM.. ORA UMUMM!!’. Mereka bukan orang gila atau stress. Tapi ini adalah salam sekaligus pembangkit semangat para anggota team.

"Ora Umum.."
Tim lah yang nantinya mempunyai tugas dan tanggungjawab terhadap perekrutan anggota baru. Tim ini juga nanti yang akan mengadakan seminar dan mendatangkan para pembicara anggota QN yang telah sukses untuk menjelaskan tentang keuntungan bergabung dengan QN. Yang hanya dalam hitungan bulan telah berhasil menghasilkan uang ratusan dolar. Yang memberikan kesaksian betapa mudahnya bergabung dengan QN. Usaha yang tidak sulit, cepat mendapat keuntungan, komisi dalam dolar US, dan seribu alasan lainnya mengapa anda harus bergabung dengan QN bila ingin menjadi orang sukses.

Disampaikan juga para anggota yang sukses tidak harus berpendidikan tinggi. Dari mulai tukang bakso, tukang loper koran, petani, calo, sampai preman. Semuanya bisa berhasil. Bahkan disebutkan bahwa orang yang pertama menerima komisi di daerah jawa tengah adalah seorang bisu. Dan jika seorang bisu saja bisa menjalankan bisnis ini dan berhasil, apalagi dengan anda. Pasti akan lebih berhasil.

Seperti seminar MLM pada umumnya. Semua ceita dan penjelasan mengerucut pada usaha untuk membujuk agar orang mau bergabung dengan bisnis terkait. Emosi dan perasaan akan diolah dan dimainkan melalui penampilan para pembicara ulung. Tidak kalah dengan motivator kondang Mario Teguh, semangat para peserta akan dibakar hingga berkobar-kobar. Motivasi akan diangkat sedemikian tinggi. Hingga peserta merasa mampu untuk melakukan apa saja. Mampu mengatasi segala kesulitan. Mampu untuk meraih sukses sebagaimana yang telah dicapai oleh para senior mereka. Bergabung dengan QN, dan kesuksesan pun pasti di capai. Tidak ada yang tidak mungkin. Kalau mereka bisa maka anda juga pasti bisa. Begitulah kira-kira dogma yang selalu ditancapkan di kepala para calon member.

Dan jika telah mencapai kondisi ini, maka peserta-pun berduyun-duyun bergabung dengan QN. Meski harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Meski harus menjual barang berharga. Meski harus menggadaikan BPKB dan surat tanah. Bahkan meskipun harus berhutang, mereka rela. Karena mereka yakin, setelah bergabung dengan QN. Uang yang mereka pakai untuk mendaftar pasti akan lekas kembali. Bahkan berikut keuntungan ratusan dolar amerika. Rumah bak istana, mobil mewah, pasti akan segera mereka miliki.

Dan sepertinya metode yang dijalankan QNET ini berhasil. Apalagi jika sang calon baru pertama kali datang ke acara–acara seminar sejenis. Baru pertama kali mengenal usaha MLM. Saya melihat, setelah para calon anggota selesai mengikuti seminar (diprospek), mereka tampak sangat antusias untuk bergabung. Ditambah bujukan dan rayuan dari para rekan mereka yang telah bergabung lebih dulu. Mereka merasa optimis. Semangat. Seolah baru dilahirkan kembali menjadi orang lain. Bahkan ada juga yang katanya sampai tidak bisa tidur. Betul-betul metode perekrutan yang sangat terorganisir dan efektif.

Untuk bergabung dengan QN calon member wajib membeli satu macam produk. Produk yang ditawarkan meliputi Biodisc (di klaim memiliki fungsi kesehatan yang dapat memberikan energi positif), perhiasan, paket liburan, dan koin emas bergambar tokoh dunia. Minimal uang yang dibutuhkan untuk menjadi member QN sekitar 6,5 sampai 7 juta rupiah. Besar bukan??

Tentunya uang sebesar itu sangat menyulitkan terutama bagi orang-orang desa yang justru merupakan mayoritas ‘tamu’ yang datang ke pertemuan QNET. Oleh karena itu dalam presentasinya para pembicara tidak sungkan-sungkan untuk menyarankan pada peserta untuk NEKATTT. “Ingin sukses harus NEKATTT..”, katanya.

Dan jargon yang kerap didengung-dengungkan adalah UGD.. Utang, Gadai, Doll (jual). Dan jargon ini selalu diteriak-teriakkan pada peserta.

Para peserta disarankan untuk mengutang, menggadaikan surat berharga, dan menjual apapun yang dimiliki untuk mendapatkan uang guna keperluan mendaftar. Bahkan salah satu pembicara menyarankan untuk menjual sapi agar dapat bergabung dengan QN.

Ck..ck.. Ketika mendengarnya saya sangat miris. Bagaimana mungkin mereka bisa tega menyarankan hal itu. Padahal mereka tau para peserta seminar adalah orang-orang desa. Para petani. Bukankah itu sama saja dengan menjual mata pencaharian mereka.

Belum lagi metode perekrutan yang digunakan menghalalkan modus penipuan. Tidak sedikit para calon anggota baru dibohongi agar bersedia ikut datang ke Trenggalek. Yang lebih parah, hal ini (berbohong) memang dianjurkan oleh para senior. Tadinya saya pikir berbohong hanyalah bentuk kreativitas para anggota untuk membujuk para calon anggota.

Para pembicara tim Amoeba memberikan beberapa kiat agar berhasil dalam merekrut anggota baru. Beberapa diantaranya adalah jangan pernah memberitahukan tentang QN kepada para calon anggota. Ajak mereka ke acara seminar dengan segala cara. Termasuk dengan mengatakan bahwa disana ada hal-hal yang menyenangkan. Jika calon anggota menyukai musik dangdut, katakan pada mereka bahwa di Trenggalek ada konser dangdut besar-besaran. Meskipun sesungguhnya tidak ada. Jadi gunakan segala cara agar mereka mau bersedia datang. Masalah cara, terserah. Berbohong-pun silahkan. Sehingga jangan heran bila ada orang-orang yang bersedia ikut ke pertemuan QNET meski tidak mengetahui tujuan keberangkatannya.
Kami berpikir kasihan sekali mereka yang datang dari tempat jauh, dari luar daerah. Mereka datang dengan sejuta harapan karena iming-iming proyek besar menguntungkan. Tapi.. ternyata mereka hanya tidak lebih calon anggota yang akan diprospek untuk menjadi downline belaka.

Ya. Semua hal diatas kami alami sendiri. Betul!! Semuanya saya dengar dan lihat dengan mata kepala saya sendiri. Bahkan kami menyaksikan ketika salah seorang pembicara menyarankan untuk menjual sapi untuk mendapat uang guna pendaftaran.

“UGD.. !! Utang Gadai Doll..!! Utang Gadai Doll!! Utang Gadai Doll!!..” teriak sang pembicara dengan penuh semangat.

Saya sebetulnya percaya kalau bisnis semacam ini, termasuk juga MLM, dapat menghasilkan keuntungan. kami juga percaya banyak orang yang telah sukses melalui bisnis ini. Namun kami kurang menyukai bisnis seperti ini. Semua lebih karena prinsip.

Dalam setiap seminarnya, mereka selalu menunjukkan para anggota yang telah sukses. Lengkap dengan bukti cek pembayaran dan uang jutaan sebagi bukti nyata. Tapi tidak pernah disampaikan berapa persen orang yang berhasil dari sekian banyak orang yang telah mendaftar. kami yakin. Mereka yang berhasil sangat sedikit dibanding yang tidak berhasil. Karena keberhasilan satu dua orang, harus mengorbankan banyak anggota yang lain. Jadi seolah senang diatas penderitaan orang lain. Itu yang membuat kami tidak tertarik.
Dan menurut kami. Keberhasilan usaha ini tidak seperti yang digembor-gemborkan selama ini.

Coba pikirkan. Untuk mendapatkan keuntungan minimal saja ($ 250), seorang anggota wajib mempunyai 6 anggota baru. Jadi 1 banding 6. Dan jika 100 orang, harus terkumpul 600 orang anggota baru. Jika 1000, dperlukan 6000 anggota baru. Coba lihat. Perlu 6000 anggota baru. Itu hanya untuk mendapat komisi minimal saja. Saya yakin dari 6000 anggota baru, hanya 10 orang yang sukses dan menikmati komisi sampai ratusan juta. Hanya 10 orang dari 6000 orang. Hanya 0.167 %. Kecil sekali. Dan untuk merekrut dan membujuk orang ternyata tidak semudah kelihatannya, malah cenderung sulit.

Selain itu saya tidak suka dengan cara kerja sistem seperti ini. Menurut kami (dan agama kami), usaha yang baik adalah usaha yang melibatkan pembangunan fisik dan bermanfaat bagi rakyat banyak. Misalnya UKM, dagang, menjahit, dan sebaginya. Tidak hanya menguntungkan secara ekonomi bagi pengusaha, tapi produknya juga memberi manfaat pada konsumen dan orang banyak. Jelas disana ada perputaran uang. Sedangkan dalam sistem QN, uang hanya mengalir keatas. Keuntungan diperoleh dari uang pendaftaran para anggota baru. Bisnis ini tidak memberi manfaat bagi orang banyak kecuali bagi para anggota, itupun anggota yang sukses.

salam
Adminintrator
R & M

Sumber